Translate

Tuesday, 5 March 2024

SEKOLAH ITU PENTING (?)

 

 

Sekolah itu Penting (?)

Pro dan kontra yang masih awet sampai saat ini salah satunya yaitu tentang pendidikan. Mulai dari masalah esensinya, sistemnya, sebab-akibatnya, sejarahnya, implementasinya, dan sebagainya. Banyaknya hal kompleks tentang pendidikan, memang hal yang tak mudah untuk mengurusinya. Menjadi concern banyak orang dari segala penjuru bidang memang, karena pendidikan adalah menurut sebagian banyak pihak adalah hal fundamental bagi seluruh komponen dan aspek kehidupan.

Misalnya, ekonomi suatu negara akan stabil jika kecerdasan rakyat tinggi, karena dapat memikirkan serta menemukan solusi yang memang harus dikerjakan. Contoh lain, kesehatan masyarakat tertentu akan baik jika tenaga kesehatannya berkompeten dan masyarakatnya memiliki kesadaran dari luasnya wawasan tentang kesehatan.

Tapi apakah hanya sebatas itu pendidikan? Kalau menurut bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, inti dari konsep beliau tentang pendidikan adalah “semua orang guru, semua orang murid, dan semua tempat adalah sekolah”. Tujuan beliau pada konsep tersebut yaitu menemukan potensi bakat, minat, dan kemampuan setiap insan yang dapat berguna bagi dirinya dan lingkungannya.

Jadi, esensi dari pendidikan yang sebenarnya masih agak jauh dari pendidikan yang bisa kita lihat bersama saat ini. Melihat pendidikan sekarang, ada tiga hal yang melatarbelakanginya. Pertama, dari lahirnya revolusi industri Perancis. Pada masa ini, segala bidang kehidupan termasuk pendidikan orientasinya adalah untuk kepentingan industri. Kedua, Lahirnya Renaissance. Segala sudut pandang, kecenderungan, pemikiran, dan hilir keputusan berorientasi pada kita sebagai manusia adalah segalanya. Hal ini tentu sangat mengesampingkan aspek selain manusia.  Ketiga adalah pada masa Belanda menjajah Indonesia. Sistem pendidikan saat ini memang paling banyak pengaruhnya dari Belanda, yang mana saat itu model kelas-kelas dan badge system diaplikasikan.

Dari ketiga hal tersebut, kita dapat berkaca dan menarik benang merahnya bahwa tidak seutuhnya pendidikan di Indonesia yang memang untuk mencari serta menemukan segala potensialitas manusia agar bermanfaat bagi kehidupan. Justru orientasinya lebih kepada mempersiapkan seseorang untuk siap pada kebutuhan industri. Dan menurut saya itu tidak berarti buruk secara keseluruhan, pasti ada manfaatnya. Tapi jika ingin kehidupan masyarakat semakin efektif dan semakin baik dengan tepat, menurut kacamata pemikiran saya, Indonesia harus mengaplikasikan konsep pendidikan yang digagaskan oleh bapak pendidikannya sendiri.

Apakah sekolah penting atau tidak? Menurut sepemahaman saya, seseorang dapat menyebut sesuatu itu penting atau tidak JIKA SESEORANG ITU SUDAH MEMILIKI PENGALAMAN ATAS HAL ITU. Misalnya, saya tidak berhak ngomong kuliah itu penting jika saya kuliah saja belum menyelesaikan, atau bahkan tidak kuliah sama sekali. Apa penyebabnya? Karena saya tidak memiliki pemahaman dan pengalaman utuh yang dapat dipertanggungjawabkan. Orang yang sudah melewati kuliah lah yang mempunyai hak atas pendapatnya tentang penting atau tidak kuliah itu karena memiliki pengetahuan, pengalaman, serta sudut pandang kacamata dunia perkuliahan.

Yang jelas, sekolah adalah tempat yang menyediakan ilmu, tapi bukan tempat satu-satunya. Sekolah membantumu mempersiapkan pekerjaanmu, tapi lagi-lagi itu juga yang bukan satu-satunya. Semuanya tergantung kalian yang memahami, memilih dan menjalani sekolah itu bagaimana.

Paling penting adalah bagaimana kalian; entah di sekolah, di kursus, bahkan belajar sendiri pun; berupaya untuk tumbuh dan saling menumbuhkan satu sama lain agar bermanfaat bagi kita semua.

Wednesday, 14 February 2024

PROSES LEBIH PENTING DARI HASIL?

 

PROSES LEBIH PENTING DARI HASIL?

            Sudah menjadi rahasia umum dan sering menjadi bahan perbincangan bahwa proses lebih penting dari hasil. Namun di sisi lain, banyak orang yang sependapat bahwa hasil merupakan representasi dari proses. Misalnya ada motivator yang menanamkan jika proseslah yang lebih penting daripada hasil. Ada juga penasihat mengatakan bahwa hasil juga penting karena dapat digunakan sebagai indikator buah dari proses. Tapi sebenarnya, pernahkah Anda bertanya dalam hati kecil, manakah yang lebih penting antara proses ataukah hasil?

            Melakukan sesuatu hal tentu memerlukan proses untuk mendapatkan hasil yang ingin dicapai. Sebaliknya, melakukan sesuatu hal memerlukan hasil untuk mengetahui bagaimana dan seberapa proses yang sudah dilakukan. Memang jika dilihat dari kedua aspek tersebut sangatlah penting terhadap apa yang menjadi tujuan kita dalam melakukan sesuatu. Lalu akan muncul pertanyaan, aspek apa yang harus diperhatikan terlebih dulu? Apakah proses dulu yang menjadi intensitas perhatian kita? Atau hasil dulu yang menjadi orientasi pemikiran selama kita melakukan proses?

            Mari kita gunakan kasus di dunia nyata. Misalnya, seorang remaja sedang berlatih mengenadari motor. Setiap hari dia diberi izin untuk berlatih sepeda motor di lapangan di dekat rumahnya oleh orang tuanya pada waktu sore hari. Bersama bapaknya, sang remaja mencoba memahami, mendengarkan, dan mencoba setiap arahan dari bapaknya. Mulai dari naik ke motor, memegang kemudi motor dengan benar, menunjukkan bagian-bagian motor, mengerem, ngegas, kapan menyalakan lampu sein, dan lain sebagainya. Pada minggu pertama, si remaja masih kagok dan kaku saat belajar motor. Bapaknya terus membimbingnya dan menasihatinya, mulai dengan cara halus sampai cara agak keras. Kadang si remaja mendengarkan, kadang juga dia merasa tersinggung akibat nasihat dari bapaknya. Tapi si remaja di mau menyerah karena dia betul-betul ingin bisa mengendarai sepeda motor. Akhirnya, di minggu kedua si remaja sudah bisa mengendarai motor, walaupun masih kurang lancar. Hal tersebut membuat dia mendapatkan kepuasan, pujian dari bapaknya, dan mendapatkan pengalaman serta kemampuan baru untuk mengendarai motor.

            Dari pengalaman si remaja di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa baik proses maupun hasil itu sama-sama penting. Akan tetapi, tetap bergantung kondisi kesiapan pribadi, kesiapan menghadapi pemikiran orang lain, serta kesiapan menghadapi lingkungan. Proses akan menjadi penting jika kita memaknai setiap proses yang dilakukan. Dan juga, hasil akan menjadi penting jika kita memaknai hasil atas proses yang sudah dilakukan. Proses dapat menentukan hasil, namun mungkin tidak langsung sesuai harapan dan waktu yang kita inginkan, karena bergantung kesiapan-kesiapan yang sudah dijelaskan sebelumnya, serta bagaimana kita memaknai proses itu. Begitu juga dengan hasil, dapat sesuai harapan atau tidak sesuai harapan kita bergantung bagaimana kita memaknai hasil atas proses yang sudah kita lakukan.

            Bisa jadi, hasil yang didapatkan tidak sesuai keinginan kita, tapi kita memaknai hasil tersebut dengan progres proses yang telah dilakukan. Kita bisa belajar dari setiap titik kekurangan atau setiap titik keberhasilan pada proses tersebut agar di kemudian waktu kita dapat mengetahui dan melakukan apa yang harus dilakukan serta apa yang tidak dilakukan. Sama dengan hasil, proses bisa jadi tidak berjalan dengan lancar sesuai yang direncanakan, dan kita bisa mengamati dan belajar dari setiap titik pada proses itu untuk diperbaiki di kemudian waktu untuk harapannya dapat mendapatkan hasil yang ingin didapatkan.

            Tapi jika kita melihat dari sudut pandang Islam, proses lebih menjadi skala prioritas yang harus didahulukan. Karena konsep dalam Islam yang menentukan hasil adalah Tuhan, sedangkan manusia hanya bisa berusaha dan melakukan sebaik mungkin. Bahkan, mungkin kita tidak akan mendapatkan hasil yang kita inginkan sampai dunia ini berakhir, tapi kita sudah melakukan kewajiban untuk melakukan usaha terhadap tujuan kita.

Friday, 7 July 2023

PUISI "BANGKIT"

BANGKIT

Karya    : Muhammad Ilham Riesaputera


Sesuatu yang menyakitkan

akan sembuh jadi menyenangkan

Sesuatu yang mengecewakan

akan melunak menjadi menjanjikan


Aku duduk di atas batu besar itu

bagai mencoba menaklukkan semua bebanku

Aku memandangi langit biru

seperti mencoba mengagumi semua harapanku


Kenapa bisa ada makhluk Tuhan

menderita dan merasa sengsara

Kenapa boleh ada makhluk Tuhan

melakukan kemunafikan dan kedangkalan

Kenapa mau ada makhluk Tuhan

menjalankan penyempitan dan pembodohan

Mengapa jadi ada makhluk Tuhan

merelakan martabat dan perawan-perawan


Kita semua boleh jadi sedang dimanja-manja Tuhan

dielus-elus dan dibuai olehNya

diberi kado-kado keduniaan tak terkira

kelegaan-kelegaan dalam setiap nadir-nadir kebuntuan


Tapi sehari, sejam, semenit, bahkan sedetik kemudian

Dia memberi ilusi, menjatuhkan, menyesatkan, menghasut, melempar,

membuang, mencelakakan, memperosokkan, menjungkirbalikkan,

serta mematikan semua makhluk langit dan bumi tanpa tenaga seatom-pun


Namun, yang paling aku takutkan dari kuasa Tuhan adalah

ketika Dia mengabaikanku

Aku tak tahu Tuhan sedang menghukum, mengingatkan, atau memberi hidayah

karena intan paling berkilau adalah tauhid


Jika kita bertanya...

apa salahnya Tuhan melakukan itu wahai makhluknya...

Engkau semua tidak bisa memprotes atau melakukan demo kepada karya ciptaanNya

apalagi kepada pemegang saham tertinggi alam semesta


Kecuali manusia, semua patuh pada undang-undang Tuhan

Hidup, mati dan keseyogyaan-keseyogyaan mereka lakukan

tanpa berat hati, apalagi tersiksa.


Bayangkan saudara-saudari...

Mereka  semua berusaha menjalankan perannya dalam panggung sandiwara semesta

Bahkan seekor coro yang terbalik berusaha kembali pada posisinya

Seekor cacing akan menggeliat-geliat mencari dan menyuburkan tanah

Semut-semut berkoordinasi dan menempatkan diri tanpa ada yang mengomandonya

Amoeba membelah dirinya untuk memahami dan meneliti siapa dirinya


Jika dibandingkan oleh manusia yang diberi software dan hardware paling update dan upgrade

dengan program-program Tuhan

Seharusnya, kita lah yang akan paling kompatibel dengan koneksi jaringan Tuhan

sebab kata Tuhan, kita lah yang paling sempurna dari malaikat atau iblis


Tapi nyatanya setan iri dan kepada inisiatif kebusukan-kebusukan kita

juga malaikat-malaikat bingung, apakah ini kebaikan atau keburukan?

Apakah ini masuk kategori dosa atau pahala?

Misalnya, seorang memberi dan membesarakan hati orang teraniaya

hingga membuat orang lain tergugah hatinya untuk melakukannya

Ternyata di balik praktiknya terdapat kesombongan, kegagahan terselubung

Makanya malaikat bingung sendiri untuk pulpen permanen dalam jurnal kelakukan manusia


Hei, jangan lupa...

Tuhan mengajarkan ihdinassirotol mustaqiim

Default stystem manusia adalah perjuangan dan ikhtiar

hasil dan penentuan itu hak prerogatif Tuhan

Maka bangkitlah, BANGKITLAH, BANGKITLAH!

engkau semua yang masih di kesempitan dan kemacetan-kemacetan


Kudus, 25 Mei 2023 (SMP 2 Undaan)

PUISI "TAUFIQ CINTA UNTUK KITA"

 

TAUFIQ CINTA UNTUK KITA

Karya              : Muhammad Ilham Riesaputera

 

Mana tahu dalam gelapku

cahaya bersandar pada ruang kasihku

sekejap meratap mendekap

sedikit pun tak menatap

 

Mana sempat dalam akalku

terpikir serbuk perasaan

yang berlabuh dalam hati

memaksa dan terpaksa sudi

 

Mana boleh mengasingkan getaran

yang aku harus menyatu dengannya

karena semesta menampakkan semua

inilah nyawa, ruh, sih, dan nir kesejatian

 

Mana sanggup menampik takdir

di ujung kehampaan nasibku

dengan kemutlakan itu bertemu

sebab Tuhan menguak rahasiaku dalam tabir-tabir

 

Ku pandangi semua sesal, bebal, dan kesal

rontok dari langit kekecewaan

hingga tanah keteguhan yang tebal

dan terbang kembali menuju langit harapan

 

Ku hampiri segala cercah, cerah, dan bungah

hancur dari kristal kelegaan

menjadi serpihan kecemburuan yang terbilah

dan mengendap kembali menjadi berlian kesetiaan

 

Kupilih satu jalan berpendar ini

Hanya Tuhan, aku, dan kamu

hidup untuk menanam bunga di bumi,

bunga yang akan tumbuh di surga itu

 

Kudus, 7 Juli 2023 (20.21 WIB)

Sunday, 1 September 2019

PUISI "DEKADENSI"

Dekadensi
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera


dari dulu, ada salak
membentang beberapa hektar
saking enak dan banyak lapak
hanya di sini dan bisa diantar
ditanam dan dipanen setiap jejak
dengan benih nyawa terpendar


entah embusan angin apa
dari sana, nangka menyombongkan
berhasil lebih tinggi derajatnya
orang-orang banyak membelinya
seperti Aji Pancasona datang
menakjubkan hati yang terkena


demi meninggikan derajatnya
petani-petani di sini lalu menghardik
diri mereka yang gentar pada benda
yang bisa mendapatkan apapun darinya
ditanamlah nangka-nangka itu
seperti menjajah para salak
entah suluk apa yang paling pas
untuk membuka mata kelahiran petani

Semarang, 1 September 2019

Thursday, 7 March 2019

SAJAK "OASIS"


Oasis
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

Lirih pencarian hati ini
menyeruak gersang tak terhenti
membelai penantian oleh rasa
berdamai diri kepada yang sua

bersabarlah, cinta
tak sekejap kerlingan mata
bimbanglah sampai kau temui
kesungguhan arti yang sejati
yakinlah setetes darah mampu
menghidupkan mati yang palsu
bukankah ada siang setelah malam ?
atau ada cerah setelah suram ?

Akhir yang akan menjadi awal
Kasih, bahagia aku tak sesal
kutemukan dirimu dalam kegelisahan
Oasis pada utuh kebahagiaan

Kudus, 7 Maret 2019, 21.09


Monday, 3 December 2018

SAJAK "PERGI UNTUK PULANG"


Pergi untuk Pulang
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

kulangkahkan langkahku
membawa tubuh dan jiwaku
bersama harapan pertemuan
membuai khayal menjadi kenyataan
bosan memanggil kepada suka
sesal berbias diri pada bahagia
lelah memeluk pada energi baru
benci mendayu-dayu pada rindu

haruskah diriku menangis kepada hujan?
atau malah menghina Tuhan?
betapa siput pun lebih cepat
semut pun lebih kuat

hati, segeralah ambil jalan
menuju kebahagiaan
walau lambat-lambat
yang penting ialah jalan yang tepat

dari satu titik ke lain titik
akal fikiran yang tercekik
kebijaksanaan menjadi nyawa
kepada diri yang bingung melanda
perasaan ingin bergabung
untuk rindu yang berkabung
akhirnya hati akal fikiran bilang
pergi untuk pulang

Semarang, 4 Desember 2018

Saturday, 24 November 2018

PUISI "SAMBUTAN LUBUK"


Sambutan Lubuk
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

yang terhormat, tuan berpeci
yang terhormat, tuan berdasi
yang terhormat, nyonya berkacamata gelap
yang terhormat, nyonya bersyal merah

yang kami hormati, bawahan yang tak pantas membawahi yang di atas
yang kami hormati, pengawal yang tak pantas mengawal yang dikawal
yang kami hormati, pelindung yang tak pantas melindungi yang dilindungi
yang kami hormati, pengaman yang tak pantas mengamankan yang diamankan

yang kami sayangi, rakyat yang harusnya sadar
yang kami sayangi, rakyat yang harusnya peduli
yang kami banggakan, rakyat yang harusnya melawan
yang kami banggakan, rakyat yang harusnya sejahtera

pertama dan terakhir
mari kita bangkit dan berfikir
atas apa yang mereka janjikan
atas apa yang mereka lakukan

Semarang, 25 November 2018

Thursday, 15 November 2018

SAJAK "MALAM (PUN) TAKUT GELAP"


Malam (pun) Takut Gelap
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

ia bergidik dalam diri
kepada rotasi bumi
putaran nun pasti
yang tiada henti-henti
matahari berganti rembulan
dengan perlahan-lahan
burung-burung berbalikan
ke anaknya lalu mereka beri makan

cahaya yang letih
berganti gelap merintih
siang tak ada pilih
malam terpaksa beralih
ia bergetar tubuhnya
kunang-kunang menemaninya
lalu menjejali keheningannya
tanpa kata-kata

kesepian beramai-ramai datang
menuju hijaunya ilalang
yang remang-remang
hanya bisa menerawang
tiada yang berucap
hanya bisa terdekap
semua didoktrin untuk terlelap
malam (pun) takut gelap

Semarang, 16 November 2018

Thursday, 13 September 2018

FIKSI MINI "KAPAL ATAU KAPTEN?"

Kapal atau Kapten ?
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

Ada sebuah kapal yang sedang menghadapi badai besar, dan bisa dipastikan kapal akan mengalami kerusakan parah. Salah seorang kru kapal bertanya kepada kru kapal yang lain "kita perbaiki kapal atau kapten ?"

Blora, 13 September 2018

SAJAK " MENATAP NYATA, TAK BERTEMU"

Menatap Nyata, Tak Bertemu
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

bukan aku yang menyimpulkan
bahkan memutuskan
sebab tak ada setuju
raga dan hati ragu
menghela angin bumi
dalam-dalam
karena kamu mengucap
tadi malam
yang kelam

waktu mengantarkan kita
ke sebuah kepastian
yang tak semestinya
kurasakan juga, kamu
pilu yang sayu
diantar oleh debu-debu
hingga ke labuan hatiku

labuankudan labuanmu
bertemu di dimensi lain
menatap nyata,
tak bertemu

Blora, 13 September 2018

Thursday, 7 June 2018

SAJAK "YANG SESUNGGUHNYA"

YANG SESUNGGUHNYA


Karya : Muhammad Ilham Riesaputera


senang menyelimuti raga dan hati

bagaikan di bukit yang tinggi

berada dalam atmosfir embun

bertitik-titik air sejuk mengalun


tapi itu setahun kemarin,

waktu aku bagai lilin

berapi saat gelap memilin

serta dihunus oleh dingin


inginku kau tahu sesungguhnya

tentang rasa dalam kalbuku saja

yang ingin mencuat dari dada

dan yang kumaksud adalah cinta


Ya, aku mencintaimu

tapi tahu tak mencarimu

karena dililit oleh belenggu

kecemasan tiada jalan buntu


Semarang, 10 Oktober s.d. 9 November 2016

Saturday, 12 May 2018

PUISI "ESPRESSO"

ESPRESSO

Karya : Muhammad Ilham Riesaputera


Panas yang menyelimuti

tak harus tuk memanaskan hati

malah bisa menenangkan diri

Pekatnya hitam legam

tak harus tuk balas dendam

malah bisa hilangkan yang suram

Pahitnya ketika dirasa

tak mesti tentang siksa

malah bisa rasakan suka

bersama




Ada rasa yang langsung hilang

itulah harapan atas penderitaan

Ada rasa yang masih tertinggal

itulah harapan atas kebahagiaan

Ada rasa yang lekas habis

itulah harapan atas luka tangis

Ada rasa yang hilang lama

itulah harapan atas canda tawa




Haruskah indera menentukan

apa yang dirasakannya ?

atau lebih dulu merasakannya

baru indera kaget tahu kemudian ?


Itulah, Espresso


Blora, 12 Mei 2018

19.01 WIB

Thursday, 26 April 2018

PUISI "SEBENARNYA"


SEBENARNYA

Karya : Muhammad Ilham Riesaputera



Detik tlah berganti hari

hari tlah berganti bulan

bulan tlah berganti tahun

Entah apa yang kualami

dan juga yang kau rasakan

Kita menunggu tertegun



Sembari ku melangkahkan kaki

tak ada sesuatu makna yang berarti

hanya kicauan burung

yang selalu berdengung

embusan angin pun tak mau kalah

dengan embusan napas yang telah resah

seakan mereka ingin ‘menyatukan’

yang berjauh-jauhan

mungkin sampai keras kepala



Semesta (kalau tak salah) bertanya padaku

tentang yang ku tuju

atau bahkan dengan kamu



Sebenarnya…

Blora, 26 April 2018

19.47 WIB

Tuesday, 24 April 2018

PUISI "KUMBANG BERSENANDUNG"


KUMBANG BERSENANDUNG
Karya  : Muhammad Ilham Riesaputera


dengan kekuatan sayap
tipisnya bukan main
menerbangkannya dengan mantap
gerakannya memilin-milin
Menuju bunga-bunga
entah itu melati, anggrek, atau mawar
dengan lebar tertawa
sampai tubuh terasa lejar
Bahkan ia tak tahu
seberapa jauh jarak
yang akan dituju
mungkin saja setinggi puncak


Peduli apa seekor kumbang
bahaya malang melintang
tak menjaminnya hidup
jika terus mengatup
Akan terus terbang
walau satu sayap patah
atau bahkan kedua-duanya
untuk mendapatkan
bunga terindah



Kudus, 9 Oktober 2017
20.04 WIB

Friday, 3 February 2017

PUISI "AKU HANYA MAU BILANG"

AKU HANYA MAU BILANG
hanya (bisa) melihatmu dari belakang
keindahan yang bersinar dan terhalang
oleh temaram-temaram bayang-bayang
sial! itu menghadang-hadang!
segelas teh hangat ingin kuberikan
menambah suasana kehangatan
sembari memandangmu dari depan
oh...pasti kau cantik menawan
tinggal mendekat di sampingmu
memulai pembicaraan yang kita mau
tentang aku
tentang kamu
aduh...kamunya malah pergi
diriku tinggal seorang diri
maksud kalbu ingin mengenalkan diri
juga beberapa hal yang harus kau sadari
untuk hari ini
dan masa yang akan menanti
ini salahku! kau tahu itu..
ya sudahlah, yang ingin kukatakan
adalah...
aku menyukaimu
 Semarang, 29 Oktober 2016

FIKSI MINI "YANG DIPERJUANGKAN"

"Selamat ya, Pak! Anda sudah terpilih!"
"Terima kasih, Kawan!"
seraya berjabat tangan, tangannya sama-sama ada bau busuk!
Semarang, 29 Januari 2017


Monday, 24 October 2016

SAJAK "SADARLAH!"

Sadarlah!
Karya : Muhammad Ilham Riesa Putera

Ada sesuatu di depanmu
yang sedang menunggu
reaksi darimu
untuk melakukan sesuatu

Aku yakin kamu melihatnya
jelas sekali di mata
tak ada yang menghalanginya
sangat ‘cetha’

Sekarang tinggal aksi
dari dirimu sendiri
ajak jiwa dan raga tuk berdiri
kamu harus berani
apapun risiko yang akan terjadi
Jangan sampai ada penyesalan
yang akan selalu bergentayangan
di setiap hembusan kehidupan
yang akan kau jalankan

Ayo berubahlah!
larang ketakutan menikam gairah
hancurkan kemalasan payah
yang membuatmu lemah

Sadarlah!

Saturday, 22 October 2016

PENGALAMANKU DI BANTEN

PENGALAMANKU DI BANTEN

Akan kuceritakan sedikit atau banyak, terserah kalian, pengalamanku waktu aku mengikuti acara Kongres IMABSII di provinsi Banten. Tepatnya di Kota Serang dan kota-kota lain yang ada di Banten.
            Hari itu, hari Sabtu tanggal 7 Mei 2016 aku berpamitan pada ibuku di Kota Kudus. Aku bilang kepada ibuku bahwa aku akan pergi ke provinsi yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, yaitu Banten. Sebelum berangkat, tak lupa ibuku memberiku sebuah bungkusan. Di dalamnya, terdapat jajanan khas Yogyakarta, yang tak lain adalah Bakpia Pathok dan Enting, karena kebetulan tiga hari yang lalu ibuku pergi ke Yogyakarta untuk menghadiri acara yang diadakan kantor ibuku bekerja. Aku berangkat pukul 10.00 WIB.
            Dengan menggunakan motor GL Pro tahun 1997-an-ku, kupacu dengan kecepatan agak tinggi, sekitar 90 km/jam. Sebenarnya kereta yang aku dan enam orang temanku pesan mulai berangkat pukul 14.00 WIB dari Stasiun Poncol Semarang sampai Stasiun Pasar Senen Jakarta. Itulah mengapa aku pacu motorku dengan kecepatan yang lumayan kencang.
            Setelah hampir dua jam, sebenarnya kalau tidak macet bisa hanya satu setengah jam perjalanan, aku tiba di kosku yang berada di Gunungpati, Semarang. Pada saat itu, aku lupa bahwa aku belum packing segala kebutuhanku selama berada di Banten. Dengan tergesa-gesa karena waktu yang sangat mepet, menunjukkan pukul 12.55 WIB, aku berhasil mempersiapkan barang-barangku di koper yang lumayan kecil, tapi bisa menampung barang yang begitu banyak. Sudah satu jam aku ditunggu oleh keenam rekanku yang akan berangkat ke Banten. Mereka adalah Mas Sandi, Mas Arbi, Mbak Tyas, Mas Ari, Mbak Ela, dan Kharisma. Yang sama-sama semester dua sepertiku hanya Kharisma saja. Oh ya, aku masih ditunggu oleh Mas Sandi di depan kosku, lalu aku bergegas naik membonceng ke motor Mas Sandi untuk menuju ke Masjid Ulul Albab (atau orang-orang sekitar Unnes sering menyebutnya MUA), tempat rekan-rekanku berkumpul.
            Ternyata di MUA sudah berkumpul semua, dan mereka menungguku. Sebenarnya aku agak malu dan merasa sungkan terhadap rekan-rekanku ini karena aku terlambat satu jam. Dengan menggunakan taksi lokal, akhirnya kami berenam berangkat menuju Stasiun Poncol Semarang. Di perjalanan, sebenarnya aku merasa was-was apabila aku dan rekan-rekanku ditinggal oleh kereta yang dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB. Syukurlah, sesaat kita sampai di stasiun, aku langsung melihat waktu di handphone-ku, dan ternyata menunjukkan pukul 14.41 WIB. Masih ada sisa waktu 19 menit untuk kereta berangkat. Di sisa waktu tersebut, aku manfaatkan dengan salat dhuhur sekaligus aku jamak dengan salat ashar, karena kereta menempuh kira-kira delapan jam perjalanan.
            Jujur saja, aku baru pertama kali berada di stasiun kereta, dan baru pertama kali ini aku akan naik kereta. Sambil penasaran, aku lihat-lihat stasiun itu sembari menunggu kereta berangkat. Saat waktu menunjukkan pukul 14.50 WIB, aku dan rekan-rekanku memutuskan untuk menuju gerbong kereta sesuai yang ada di tiket pesanan kami. Kami berada di gerbong 15, di mana gerbong paling akhir dari kereta yang kami tumpangi. Koper yang aku bawa terasa berat sekali. Sampailah di gerbong 15, dan aku melangkahkan langkah pertamaku untuk naik kereta. Rasanya senang campur penasaran pada saat di dalamnya. Kami duduk di tempat duduk bagian 20 ABC dan 21 ABC. Aku mendapatkan kursi bagian 20 B. Aku juga tidak tahu kalau duduknya berhadap-hadapan dengan penumpang lain. Tepat pukul 14.00 WIB, kereta berangkat. Aku memilih duduk di dekat kaca kereta untuk merasakan sensasi bagaimana naik kereta pertama kali. Dalam pikirku, ternyata kereta bila dirasakan dari dalam tidak secepat kelihatannya.
            Waktu menunjukkan pukul 15.49 WIB, perutku mulai terasa lapar. Mas Arbi pun juga merasakan hal yang sama. Kami berdua memutuskan untuk mencari makanan Aku dan Mas Arbi harus menempuh 14 gerbong untuk sampai ke tempat penjualan makanan. Dengan waktu kira-kira sepuluh menit perjalanan menuju tempat penjualan makanan dan minuman, akhirnya kami sampai juga. Aku dan Mas Arbi memesan makanan dan kopi susu. Makanan yang tersedia hanyalah nasi goreng bakso dan minumannya beragam, mulai dari air mineral, kopi hitam, kopi susu, dan lain sebagainya. Yang membuatku terkejut adalah harga nasi goreng bakso tersebut yang cukup mahal, yaitu mencapai Rp 20.000 per bungkus. Dan kopi susu yang kupesan juga mahal harganya, yaitu Rp 9.000. Bandingkan dengan makanan dan yang serupa di daerah Unnes, pasti jauh lebih murah ketimbang di Unnes daripada di kereta. Tapi tak apalah, karena perut terasa lapar, aku pesan dan makan sajalah.
            Tidak terasa delapan jam sudah terlewati, akhirnya kami sampai dan turun di Stasiun Pasar Senen. Ketika itu, kami dijemput oleh panitia penyelenggara Kongres IMABSII menggunakan mobil. Kami diantar menuju kampus di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk menginap dan beristirahat sementara, karena pemberangkatan ke Banten akan dilakukan esok hari. Di UNJ, aku bertemu dengan kawan-kawan baru dari Universitas Adibuana Surabaya, Universitas Haluoleo dari Sulawesi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta yang merupakan tuan rumah Kongres IMABSII yang ke lima di tahun ini), dan dari UNJ sendiri aku juga dapat kawan baru. Keesokan harinya kami semua dijemput menggunakan bus yang disediakan oleh Untirta dan menuju ke Banten. Saat perjalanan menuju ke Banten, kami melewati Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sekilas, aku pandangi Kota Jakarta dengan kagum, karena di sana terdapat banyak sekali gedung-gedung tinggi sekali. Setelah kira-kira dua jam perjalanan, kami sampai di provinsi Banten, yang menurutku pemandangannya kurang lebih sama dengan pemandangan di Kota Jakarta. Akhirnya kami semua ditempatkan di Rusunawa Untirta, yang notabene masih baru dan tidak lam diresmikan dua hari yang lalu. Aku dan rekan-rekanku lalu melakukan registrasi ulang di panitia. Setelah registrasi ulang, kami mendapatkan nomor kamar kami yang berbeda-beda. Aku mendapatkan nomor kamar 40, di mana kamar ini berada di paling atas Rusunawa yang berada di lantai nomor empat. Dengan membawa koper yang cukup berat, aku harus menaiki anak tangga yang lumayan  banyak. Sampai juga aku di kamar 40. Kulihat pintu tersebut, sudah ditempeli dengan kertas yang bertuliskan daftar orang yang akan menempati kamar tersebut. Ada empat orang, termasuk aku, yang akan menempati kamar 40 ini, antara lain Ilyas Rifai dari Universitas Pakuan Bogor, Ance (saya lupa nama lengkapnya) dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), dan satunya saya lupa namanya dari Universitas Surya Kencana, dan aku sendiri Muhammad Ilham Riesa Putera dari Universitas Negeri Semarang. Yang datang pada hari itu hanyalah aku dan Ance. Saat itu juga aku berkenalan dengannya.
            Kuputuskan aku dengan Ance untuk berkenalan dengan yang lain. Aku berkenalan dengan rekannya dari UMB, yaitu Noval Nauli Pasaribu. Keduanya memang sangat baik padaku, walaupun kami baru berjumpa pertama kalinya. Kami bertiga kemudian menuju ke saung yang berada di dekat Rusunawa Untirta. Di sana kami bertiga juga berkenalan dengan mahasiswa dari universitas lain. Sebut saja Deni dari Universitas Negeri PGRI Kediri, Herdi dari Universitas Benguku, Harmoko dari Universitas Bengkulu juga, dan Dhawam dari Universitas Negeri PGRI Kediri. Kami berenam pun lalu berteman akrab dan saling bercanda tawa di saung, sembari menunggu peserta lain datang. Setiap peserta yang baru datang dari bus, aku dan kelima kawan baruku ini menyapa peserta baru itu dan sekedar memberikan senyum kepada mereka. Itu kami lakukan agar kami bisa saling mengenal dan akrab dengan mereka.
            Malamnya, kami berenam memutuskan untuk makan malam di warung makan sambil nonton bareng Moto GP, yaitu balapan motor di kelas yang paling tinggi kecepatannya. Sambil makan, kami berenam ternyata dibarengi juga oleh peserta lain. Mereka juga antusias untuk menonton  Moto GP di warung, karena memang di Rusunawa tidak disediakan televisi oleh panitia. Setelah puas menonton dan makan, kami berenam memutuskan untuk tidur dan istirahat, karena waktu telah menunjukkan pukul 22.00 WIB dan besok akan ada acara Pembukaan Kongres dan Seminar di Kampus A Untirta.
            Keesokan harinya, semua peserta diberangkatkan dari Rusunawa Untirta menuju Kampus A Untirta menggunakan bus yang disediakan oleh panitia. Sebelum diberangkatkan, sekilas aku melihat panitia perempuan. Di dalam pikirku, orang-orang Banten sungguh sangat cantik-cantik dan rupawan. Terkadang aku sempat memikirkan betapa cantiknya mahasiswa-mahasiswa yang ada di Kampus A Untirta nanti setelah sampai sana.
            Setelah kurang lebih dua jam perjalanan menuju Kampus A Untirta, dugaanku ternyata tidak salah. Justru malah melebihi apa yang aku harapkan. Mahasiswi-mahasiswi di Untirta memang sangat cantik-cantik, dan kebanyakan pakai kerudung pula. Mereka juga berperangai baik, dan ramah kepada sesama mahasiswa lainnya. Sekilas terlintas di benak, apakah ada mahasiswi di sini yang dapat menarik hatiku ? Itu hanya pikiran saja.
            Seluruh peserta diarahkan oleh panitia menuju ruang aula Untirta. Di situ menjadi tempat Pembukaan Kongres dan Seminar. Setelah masuk ke ruangan aula, aku pun duduk bersebelahan dengan Deni, Noval, Ance, dan Harrmoko. Semua peserta menggunakan jas almamater dari universitas masing-masing, membuat ruangan aula dipenuhi dengan warna-warni jas almamater. Sempat aku terdiam karena betapa indahnya perbedaan yang diciptakan dalam suasana yang hangat. Aku merasakan Indonesia begitu dekat di saat ini, karena perwakilan dari setiap universitas yang ada di Indonesia berkumpul menjadi satu.
            Setelah acara Pembukaan Kongres dan Seminar selesai, semua peserta kembali ke Rusunawa untuk beristirahat, kira-kira pukul 23.00 WIB. Aku kembali ke kamarku bersama Ance, tetapi Ilyas belum tampak, karena dia belum hadir. Malam itu menjadi malamku yang pertama untuk menempati Rusunawa Untirta.
            Dua hari berlalu, Kongres IMABSII V akhirnya telah terlewati. Acara yang sangat membosankan, namun banyak manfaat. Salah satu manfaat yang dapat aku terima adalah aku dapat mempelajari cara orang-orang menyampaikan pendapatnya dengan benar dan tepat. Lalu untuk manfaat yang dapat aku ambil dan dapat aku bagikan ke teman-temanku yang ada di Unnes adalah bahwa kita harus satu tujuan untuk mencapai apa yang diinginkan, dan kita harus menghilangkan ego masing-masing individu, karena hal itulah yang dapat menyebabkan pecahnya persatuan dan keutuhan.
            Acara selanjutnya yaitu Gerakan Cinta Bahasa Indonesia. Para peserta diarhkan panitia untuk melakukan aksi simpatik di masyrakat kota Serang dengan membagikan permen dan kertas yang berisikan tentang cinta Bahasa Indonesia. Lalu para peserta berorasi di depan Kantor Pemerintah Banten dan menyampaikan tentang tuntutan mereka untuk menindaklanjuti masalah penghapusan peraturan yang menyebutkan bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak diwajibkan mempelajari Bahasa Indonesia.
            Malam harinya, digelar acara Festival Seni, di mana setiap universitas akan menampilkan kebolehannya dalam bidang seni dan sastra. Di acara ini, ada yang menampilkan deklamasi puisi, bernyanyi, menari, musikalisasi puisi, accapella, dan lain sebagainya. Dan juga ada pertunjukan asli Banten, yaitu debus Banten, yaitu seni pertunjukkan yang menampilkan adegan-adegan berbahaya seperti memakan beling kaca, menggosok pedang di tangan, lidah, dan kaki, dan sebagainya.
            Acara keesokan harinya yaitu Dedolan Serang (atau jalan-jalan di kota Serang). Di sini, para peserta diarahkan panitia dengan menggunakan bus menuju Banten Lama. Di Banten Lama terdapat destinasi wisata yang cukup terkenal, yaitu Masjid Agung Banten dan Keraton Kaibon.

HYMNE FBS UNNES MP3

Ini adalah Hymne FBS Unnes versi MP3-nya. Bagi teman-teman yang belum tahu dan ingin hafal Hymne FBS itu seperti apa, silakan klik di sini!