Translate

Friday, 7 July 2023

PUISI "BANGKIT"

BANGKIT

Karya    : Muhammad Ilham Riesaputera


Sesuatu yang menyakitkan

akan sembuh jadi menyenangkan

Sesuatu yang mengecewakan

akan melunak menjadi menjanjikan


Aku duduk di atas batu besar itu

bagai mencoba menaklukkan semua bebanku

Aku memandangi langit biru

seperti mencoba mengagumi semua harapanku


Kenapa bisa ada makhluk Tuhan

menderita dan merasa sengsara

Kenapa boleh ada makhluk Tuhan

melakukan kemunafikan dan kedangkalan

Kenapa mau ada makhluk Tuhan

menjalankan penyempitan dan pembodohan

Mengapa jadi ada makhluk Tuhan

merelakan martabat dan perawan-perawan


Kita semua boleh jadi sedang dimanja-manja Tuhan

dielus-elus dan dibuai olehNya

diberi kado-kado keduniaan tak terkira

kelegaan-kelegaan dalam setiap nadir-nadir kebuntuan


Tapi sehari, sejam, semenit, bahkan sedetik kemudian

Dia memberi ilusi, menjatuhkan, menyesatkan, menghasut, melempar,

membuang, mencelakakan, memperosokkan, menjungkirbalikkan,

serta mematikan semua makhluk langit dan bumi tanpa tenaga seatom-pun


Namun, yang paling aku takutkan dari kuasa Tuhan adalah

ketika Dia mengabaikanku

Aku tak tahu Tuhan sedang menghukum, mengingatkan, atau memberi hidayah

karena intan paling berkilau adalah tauhid


Jika kita bertanya...

apa salahnya Tuhan melakukan itu wahai makhluknya...

Engkau semua tidak bisa memprotes atau melakukan demo kepada karya ciptaanNya

apalagi kepada pemegang saham tertinggi alam semesta


Kecuali manusia, semua patuh pada undang-undang Tuhan

Hidup, mati dan keseyogyaan-keseyogyaan mereka lakukan

tanpa berat hati, apalagi tersiksa.


Bayangkan saudara-saudari...

Mereka  semua berusaha menjalankan perannya dalam panggung sandiwara semesta

Bahkan seekor coro yang terbalik berusaha kembali pada posisinya

Seekor cacing akan menggeliat-geliat mencari dan menyuburkan tanah

Semut-semut berkoordinasi dan menempatkan diri tanpa ada yang mengomandonya

Amoeba membelah dirinya untuk memahami dan meneliti siapa dirinya


Jika dibandingkan oleh manusia yang diberi software dan hardware paling update dan upgrade

dengan program-program Tuhan

Seharusnya, kita lah yang akan paling kompatibel dengan koneksi jaringan Tuhan

sebab kata Tuhan, kita lah yang paling sempurna dari malaikat atau iblis


Tapi nyatanya setan iri dan kepada inisiatif kebusukan-kebusukan kita

juga malaikat-malaikat bingung, apakah ini kebaikan atau keburukan?

Apakah ini masuk kategori dosa atau pahala?

Misalnya, seorang memberi dan membesarakan hati orang teraniaya

hingga membuat orang lain tergugah hatinya untuk melakukannya

Ternyata di balik praktiknya terdapat kesombongan, kegagahan terselubung

Makanya malaikat bingung sendiri untuk pulpen permanen dalam jurnal kelakukan manusia


Hei, jangan lupa...

Tuhan mengajarkan ihdinassirotol mustaqiim

Default stystem manusia adalah perjuangan dan ikhtiar

hasil dan penentuan itu hak prerogatif Tuhan

Maka bangkitlah, BANGKITLAH, BANGKITLAH!

engkau semua yang masih di kesempitan dan kemacetan-kemacetan


Kudus, 25 Mei 2023 (SMP 2 Undaan)

PUISI "TAUFIQ CINTA UNTUK KITA"

 

TAUFIQ CINTA UNTUK KITA

Karya              : Muhammad Ilham Riesaputera

 

Mana tahu dalam gelapku

cahaya bersandar pada ruang kasihku

sekejap meratap mendekap

sedikit pun tak menatap

 

Mana sempat dalam akalku

terpikir serbuk perasaan

yang berlabuh dalam hati

memaksa dan terpaksa sudi

 

Mana boleh mengasingkan getaran

yang aku harus menyatu dengannya

karena semesta menampakkan semua

inilah nyawa, ruh, sih, dan nir kesejatian

 

Mana sanggup menampik takdir

di ujung kehampaan nasibku

dengan kemutlakan itu bertemu

sebab Tuhan menguak rahasiaku dalam tabir-tabir

 

Ku pandangi semua sesal, bebal, dan kesal

rontok dari langit kekecewaan

hingga tanah keteguhan yang tebal

dan terbang kembali menuju langit harapan

 

Ku hampiri segala cercah, cerah, dan bungah

hancur dari kristal kelegaan

menjadi serpihan kecemburuan yang terbilah

dan mengendap kembali menjadi berlian kesetiaan

 

Kupilih satu jalan berpendar ini

Hanya Tuhan, aku, dan kamu

hidup untuk menanam bunga di bumi,

bunga yang akan tumbuh di surga itu

 

Kudus, 7 Juli 2023 (20.21 WIB)

Sunday, 1 September 2019

PUISI "DEKADENSI"

Dekadensi
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera


dari dulu, ada salak
membentang beberapa hektar
saking enak dan banyak lapak
hanya di sini dan bisa diantar
ditanam dan dipanen setiap jejak
dengan benih nyawa terpendar


entah embusan angin apa
dari sana, nangka menyombongkan
berhasil lebih tinggi derajatnya
orang-orang banyak membelinya
seperti Aji Pancasona datang
menakjubkan hati yang terkena


demi meninggikan derajatnya
petani-petani di sini lalu menghardik
diri mereka yang gentar pada benda
yang bisa mendapatkan apapun darinya
ditanamlah nangka-nangka itu
seperti menjajah para salak
entah suluk apa yang paling pas
untuk membuka mata kelahiran petani

Semarang, 1 September 2019

Thursday, 7 March 2019

SAJAK "OASIS"


Oasis
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

Lirih pencarian hati ini
menyeruak gersang tak terhenti
membelai penantian oleh rasa
berdamai diri kepada yang sua

bersabarlah, cinta
tak sekejap kerlingan mata
bimbanglah sampai kau temui
kesungguhan arti yang sejati
yakinlah setetes darah mampu
menghidupkan mati yang palsu
bukankah ada siang setelah malam ?
atau ada cerah setelah suram ?

Akhir yang akan menjadi awal
Kasih, bahagia aku tak sesal
kutemukan dirimu dalam kegelisahan
Oasis pada utuh kebahagiaan

Kudus, 7 Maret 2019, 21.09


Monday, 3 December 2018

SAJAK "PERGI UNTUK PULANG"


Pergi untuk Pulang
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

kulangkahkan langkahku
membawa tubuh dan jiwaku
bersama harapan pertemuan
membuai khayal menjadi kenyataan
bosan memanggil kepada suka
sesal berbias diri pada bahagia
lelah memeluk pada energi baru
benci mendayu-dayu pada rindu

haruskah diriku menangis kepada hujan?
atau malah menghina Tuhan?
betapa siput pun lebih cepat
semut pun lebih kuat

hati, segeralah ambil jalan
menuju kebahagiaan
walau lambat-lambat
yang penting ialah jalan yang tepat

dari satu titik ke lain titik
akal fikiran yang tercekik
kebijaksanaan menjadi nyawa
kepada diri yang bingung melanda
perasaan ingin bergabung
untuk rindu yang berkabung
akhirnya hati akal fikiran bilang
pergi untuk pulang

Semarang, 4 Desember 2018

Saturday, 24 November 2018

PUISI "SAMBUTAN LUBUK"


Sambutan Lubuk
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

yang terhormat, tuan berpeci
yang terhormat, tuan berdasi
yang terhormat, nyonya berkacamata gelap
yang terhormat, nyonya bersyal merah

yang kami hormati, bawahan yang tak pantas membawahi yang di atas
yang kami hormati, pengawal yang tak pantas mengawal yang dikawal
yang kami hormati, pelindung yang tak pantas melindungi yang dilindungi
yang kami hormati, pengaman yang tak pantas mengamankan yang diamankan

yang kami sayangi, rakyat yang harusnya sadar
yang kami sayangi, rakyat yang harusnya peduli
yang kami banggakan, rakyat yang harusnya melawan
yang kami banggakan, rakyat yang harusnya sejahtera

pertama dan terakhir
mari kita bangkit dan berfikir
atas apa yang mereka janjikan
atas apa yang mereka lakukan

Semarang, 25 November 2018

Thursday, 15 November 2018

SAJAK "MALAM (PUN) TAKUT GELAP"


Malam (pun) Takut Gelap
Karya : Muhammad Ilham Riesaputera

ia bergidik dalam diri
kepada rotasi bumi
putaran nun pasti
yang tiada henti-henti
matahari berganti rembulan
dengan perlahan-lahan
burung-burung berbalikan
ke anaknya lalu mereka beri makan

cahaya yang letih
berganti gelap merintih
siang tak ada pilih
malam terpaksa beralih
ia bergetar tubuhnya
kunang-kunang menemaninya
lalu menjejali keheningannya
tanpa kata-kata

kesepian beramai-ramai datang
menuju hijaunya ilalang
yang remang-remang
hanya bisa menerawang
tiada yang berucap
hanya bisa terdekap
semua didoktrin untuk terlelap
malam (pun) takut gelap

Semarang, 16 November 2018